May 27, 2006

Hakikat Taubat

Bukanlah hakikat dosa bahwa Tuhan menciptakannya lalu kemudian setelah ribuan tahun barulah dia teringat akan pengampunan dosa.

Sebagaimana lalat memiliki dua sayap, pada salah satu sayap terdapat penawar racun sedangkan pada sayap lainnya terdapat racun.

Demikian pulalah manusia memiliki dua buah sayap. Yang satu adalah sayap dosa, yang kedua adalah sayap penyesalan, taubat, dan kedukaan.

Ini adalah suatu ketentuan. Sebagaimana ketika seseorang menghajar budak (hamba sahaya), maka kemudian dia akan merasa menyesal. Seolah-olah kedua sayapnya sama-sama bereaksi. Bersama racun itu terdapat penawar.

Kini menjadi persoalan adalah, mengapa racun itu diciptakan?

Maka jawabannya adalah : Walaupun ini merupakan sebuah racun, namun ia juga memiliki potensi sebagai penawar bagi racun yang mematikan.

Seandainya tidak ada dosa, maka racun kesombongan/ keangkuhan akan merajalela di dalam tubuh manusia, dan dia akan binasa.

Taubat itulah yang menangkalnya. Dosa menghindarkan manusia dari bahaya yang ditimbulkan oleh ketakaburan dan keangkuhan.

Tatkala Nabi Ma’sum (suci tanpa dosa) saw. saja melakukan istighfar sebanyak tujuh puluh kali, maka apa pulu yang harus kita lakukan? Yang tidak bertaubat dari dosa adalah orang yang menyenangi dosa. Dan orang yang menganggap dosa itu sebagai dosa, akhirnya dia akan meninggalkan dosa tersebut.

Makna daripada :

I’mal maa syi’ta faqad ghafartu

Lakukanlah apa yang engkau ingini, sesungguhnya Aku telah mengampunimu.

Di dalam hadist dikatakan bahwa tatkala seorang insan berkali-kali menangis di hadapan Allah memohon pengampunan, maka akhirnya Allah berfirman :

Kami telah mengampunimu; kini apa pun yang dikehendaki hatimu, lakukanlah.

Artinya, hati orang itu telah dirubah. Dan kini baginya dosa merupakan hal yang buruk.

Sebagaimana orang melihat seekor domba tengah memakan kotoran (tinja) maka ia tidak ingin memakannya pula,

nah demikian jua halnya seorang insan yang telah diampuni Allah tidak akan berbuat dosa.

Orang-orang Islam sangat membenci daging babi, padahal mereka melakukan ribuan pekerjaan haram dan terlarang lainnya.

Hikmah yang terdapat di dalamnya adalah,

telah diberikan sebuah contoh kebencian/ketidak-sukaan dan telah diberi pengertian bahwa demikian jugalah manusia hendaknya membenci dosa.

Hadhrat Ahmad a.s.

Pendiri Jema’at Ahmadiyah

 

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://ahmadiyah.blogsome.com/2006/05/27/hakikat-taubat/trackback/

  1. Kok simpel sih

    Comment by Aduh — February 14, 2009 @ 4:06 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.