May 28, 2006

Amerika Tak Ubahnya Seperti Sebuah Boneka di Tangan Yahudi

Amerika Tak Ubahnya Seperti Sebuah Boneka di Tangan Yahudi

Oleh : H.M. Tahir Ahmad r.t. (Khalifatul Masih ke IV)

Bagian I.

Sebelum saya memulai maslah pokok, ada dua hal yang ingin saya perbaiki. Kadang-kadang topik buku-buku yang telah lama sekali dibaca akan tetap diingat, akan tetapi menyebutkan kembali tahun penerbitannya dan lain-lain yang terkait akan terjadi kekeliruan. Biasanya, setelah menyampaikan khutbah, beberapa saudara Ahmadi memohon kepada saya pembetulannya, dan kadang-kadang saya pun teringat kekeliruan itu sesuai khutbah, yakni, teringat kembali bahwa apa yang telah disampaikan itu seharusnya bukan begitu sebenarnya tapi harus begitu.

Maka berdasarkan penjelasan tadi, ada dua hal yang perlu saya perbaiki, yaitu :

Yang pertama ialah, hal yang sangat penting karena berkaan dengan tahun ilham yang diterima oleh Hazrat Aqdas Masih Mau’ud a.s.

Saya pada waktu itu mengatakan ilham yang berikut ini, yaitu :

Friimeson musallat nehiii kiye jaaengge

Artinya : Freemason tidak akan diberi kekuasaan.

Diterima oleh Hazrat Aqdas Masih Mau’ud a.s. pada tahun 1905.

Yang benar ilham ini diterima beliau pada tahun 1901.

Dan saya pun, berkenaan dengan tahun 1905 ini, mengatakan bahwa buku Protocols of The Elders of Zion Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris, didalamnya diterangkan suatu rencana dominasi Freemason yang memegang peranan penting didalam rencana dominasi kaum Yahudi (Israel).

Yang benar ialah buku tersebut terbit di dalam bahasa Rusia. Jadi, pada waktu itu belum terbit dalam bahasa Inggris. Dari kenyataan ini akan lebih nampak lagi keagungan ilham yang diterima oleh Hazrat aqdas Masih Mau’ud a.s. sehingga akal menjadi terheran-heran dibuatnya, sebab pada saat itu buku tersebut masih berada di dalam bahasa Rusia, sedangkan dunia di luar sana belum mengetahui tentang rencana tersebut. Akan tetapi Allah Ta’ala, empat tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1901, telah memberi tahukan kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. (pendiri Jemaat Ahmadiyah) dengan perantara ilham bahwa di atas dunia ini ada rencana dominasi kaum Yahudi yang di dalamnya Freemason mengambil peranan yang penting.

Namun, Allah Ta’ala memberi jaminan kepada beliau dengan mengatakan :

“Aku berjanji kepadamu bahwa Freemason tidak akan diberi kekuasaan atasmu dan atas jema’atmu".

bersambung

Masalah Kenabian

Definisi Nabi adalah Laki-laki (perempuan tidak bisa jadi nabi) baligh (anak dibawah umur tidak bisa menjadi nabi) aqil berakal, berbudi pekerti baik diturunkan kepadanya wahyu. Jika wahyunya mengandung hukum-hukum atau undang-undang baru yang belum ada pada syariat sebelumnya, ia dinamakan nabi yang membawa syariat baru dan jika wahyunya mengulang atau menguatkan wahyu kitab sebelumnya saja dan tidak menambah atau menguranginya maka nabi yang demikian dinamakan nabi pembantu.

Tidak ada perbedaan istilah antara nabi dan rasul hanya nisbatinya saja, sedangkan orangnya sama. Jadi seorang disebut nabi karena ia menerima wahyu dari Allah, dan ia dinamakan rasul karena ia menyampaikan wahyu yang diterimanya itu kepada umat.

Huzur

Huzur adalah pemimpin kami para ahmadi di seluruh dunia.

May 27, 2006

Menurut Al-Quran Nabi Isa a.s. sudah mati

Dalam surat An-nisa 158 dikatakan,

[quote] Bar rafa’ahullaahu ilaihi kaanallaahu ‘aziizan hakiimaa. [/quote]

Tetapi Tuhan telah mengangkatnya (Isa) kepadaNya.

Perkataan rafa’a (mengangkat) kalau dipakai Allah terhadap manusia hanya berarti "mengangkat derajat".  Juga begitu halnya dengan peristiwa Nabi Isa a.s. Dalam ayat-ayat sebelumnya diterangkan dosa-dosa kaum Yahudi yang menyebabkan Tuhan marah kepada mereka.

Salah satu dosa mereka itu ialah kesombongan mereka bahwa mereka telah menyalib Nabi Isa sampai mati. Hal ini adalah suatu bukti bagi mereka bahwa Nabi Isa palsu. Karena hukum Taurat yang mereka percayai mengatakan bahwa :

[quote] Karena orang tergantung itu kutuklah bagi Tuhan Allah (Ulangan 21 : 23) [/quote]

Karena Nabi Isa menurut kaum Yahudi mati di atas salib maka mereka percaya bahwa Nabi Isa adalah palsu, dan karena itu sangat hinalah Nabi Isa. Hal itu dibantah oleh Tuhan dengan mengatakan bahwa Nabi Isa tidak mati disalib. Malahan Allah meninggikan derajat Nabi Isa. Itulah yang dimaksud dalam ayat rafa’ahullahu itu.

 

Hakikat Taubat

Bukanlah hakikat dosa bahwa Tuhan menciptakannya lalu kemudian setelah ribuan tahun barulah dia teringat akan pengampunan dosa.

Sebagaimana lalat memiliki dua sayap, pada salah satu sayap terdapat penawar racun sedangkan pada sayap lainnya terdapat racun.

Demikian pulalah manusia memiliki dua buah sayap. Yang satu adalah sayap dosa, yang kedua adalah sayap penyesalan, taubat, dan kedukaan.

Ini adalah suatu ketentuan. Sebagaimana ketika seseorang menghajar budak (hamba sahaya), maka kemudian dia akan merasa menyesal. Seolah-olah kedua sayapnya sama-sama bereaksi. Bersama racun itu terdapat penawar.

Kini menjadi persoalan adalah, mengapa racun itu diciptakan?

Maka jawabannya adalah : Walaupun ini merupakan sebuah racun, namun ia juga memiliki potensi sebagai penawar bagi racun yang mematikan.

Seandainya tidak ada dosa, maka racun kesombongan/ keangkuhan akan merajalela di dalam tubuh manusia, dan dia akan binasa.

Taubat itulah yang menangkalnya. Dosa menghindarkan manusia dari bahaya yang ditimbulkan oleh ketakaburan dan keangkuhan.

Tatkala Nabi Ma’sum (suci tanpa dosa) saw. saja melakukan istighfar sebanyak tujuh puluh kali, maka apa pulu yang harus kita lakukan? Yang tidak bertaubat dari dosa adalah orang yang menyenangi dosa. Dan orang yang menganggap dosa itu sebagai dosa, akhirnya dia akan meninggalkan dosa tersebut.

Makna daripada :

I’mal maa syi’ta faqad ghafartu

Lakukanlah apa yang engkau ingini, sesungguhnya Aku telah mengampunimu.

Di dalam hadist dikatakan bahwa tatkala seorang insan berkali-kali menangis di hadapan Allah memohon pengampunan, maka akhirnya Allah berfirman :

Kami telah mengampunimu; kini apa pun yang dikehendaki hatimu, lakukanlah.

Artinya, hati orang itu telah dirubah. Dan kini baginya dosa merupakan hal yang buruk.

Sebagaimana orang melihat seekor domba tengah memakan kotoran (tinja) maka ia tidak ingin memakannya pula,

nah demikian jua halnya seorang insan yang telah diampuni Allah tidak akan berbuat dosa.

Orang-orang Islam sangat membenci daging babi, padahal mereka melakukan ribuan pekerjaan haram dan terlarang lainnya.

Hikmah yang terdapat di dalamnya adalah,

telah diberikan sebuah contoh kebencian/ketidak-sukaan dan telah diberi pengertian bahwa demikian jugalah manusia hendaknya membenci dosa.

Hadhrat Ahmad a.s.

Pendiri Jema’at Ahmadiyah

 

Jangan Sungkan Berdoa Karena Banyak Dosa

Orang-orang yang berdosa sama sekali hendaknya jangan berhenti berdoa karena menganggap banyaknya dosa dan lain sebagainya. Pada akhirnya melalui doa dia bakal menyaksikan betapa dia akan menganggap dosa itu suatu hal yang buruk. Orang-orang yang tenggelam didalam dosa lalu putus asa atas pengabulan doa, dan tidak kembali pada taubat, akhirnya mereka akan mengingkari para nabi serta pengaruh-pengaruhnya.

Hadhrat Ahmad a.s.

Pendiri Jema’at Ahmadiyah

Bahasa Arab

Bahasa Arab ialah bahasa yang berpola filsafat. Kata-katanya disusun dengan suatu maksud. Akar-akarnya dibuat untuk mencerminkan perasaan-perasaan dan pengalaman-pengalaman yang mendasar dan hal ini, dengan perubahan-perubahan kecil dalam penggunaan yang sebenarnya, memberi arti yang luas dan dalam kepada kata-kata bahasa Arab itu. Memindahkan kata-kata itu ke dalam sesuatu bahasa lain dengan sempurna adalah suatu pekerjaan yang hampir-hampir mustahil, dan oleh karena terjemahan saja tidak mencukupi, maka perlu adanya catatan-catatan penjelasan pada sesuatu terjemahan untuk menunjukkan keluasan arti yang tersembunyi dalam teks tersebut.

Mengenai Blog

Blog ini adalah blog pribadi semata tidak ada kaitannya dengan situs resmi Jema’at Ahmadiyah Indonesia. (www.Ahmadiyya.or.id)

Saya namakan Ahmadiyah karena :

1. Saya adalah seorang Ahmadi.

2. Ingin mengajak anda berdiskusi mengenai Ahmadiyah.

Terjemahan dan tafsir Al Qur’an

Terjemahan Al-Quran diperlukan oleh orang-orang yang tidak paham bahasa Arab, sedangkan tafsir Al-Qur’an diperulukan oleh tiap-tiap orang baik yang paham bahasa Arab ataupun yang tidak paham bahasa Arab.